TENTANG PERLAKUAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI ATAS IMPOR BARANG KENA
PAJAK, PENYERAHAN BARANG KENA PAJAK, PENYERAHAN JASA KENA PAJAK,
PEMANFAATAN BARANG KENA PAJAK TIDAK BERWUJUD DARI LUAR DAERAH
PABEAN DI DALAM DAERAH PABEAN, DAN PEMANFAATAN JASA KENA PAJAK DARI
LUAR DAERAH PABEAN DI DALAM DAERAH PABEAN
Tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP) pada tahun 2025 adalah 12% dengan ketentuan sebagai berikut:
| Keterangan | Barang yang dikenai PPnBM (Barang Mewah) |
Barang/Jasa Non Mewah |
|---|---|---|
| Tarif PPN | 12% | 12% |
| Dasar Pengenaan Pajak (DPP) | Harga Jual atau Nilai Impor | Nilai Lain ( 11⁄12 dari Harga Jual atau Nilai Impor) |
|
|
|
|
|
|
| Masa Transisi (1 s.d 31 Januari 2025) (hanya untuk pengusaha retail) | PPN dihitung = 12% X 11⁄12 X nilai impor atau harga jual | tidak ada transisi, sejak 1 Januari 2025 PPN dihitung = 12% X 11⁄12 X harga jual, penggantian, atau nilai impor |
| Setelah masa transisi(mulai 1 Februari 2025) | PPN dihitung = 12% X nilai impor atau harga jual | tidak ada transisi, sejak 1 Januari 2025 PPN dihitung = 12% X 11⁄12 X harga jual, penggantian, atau nilai impor |
| Pengecualian | Dikecualikan dari ketentuan di atas bagi PKP tertentu yang menggunakan DPP nilai lain atau PPN Besaran tertentu yang diatur dalam peraturan perpajakan | |
Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan penyerahan BKP yang dikenai PPnBM kepada pembeli dengan karakteristik konsumen akhir, berlaku ketentuan sebagai berikut:
- Mulai tanggal 1 Januari 2025 s.d. 31 Januari 2025 PPN dihitung = 12% X 11⁄12 X harga jual;
- Mulai tanggal 1 Februari 2025 PPN dihitung = 12% x harga jual.
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2025. Indonesian Tax Regulation Update December 2024



0 Comments